MANAJEMEN
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
“Strategi Komunikasi Pemasaran Industri Budi Daya
Ikan Lele di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan”

OLEH:
La
Ode Abdul Asis Hasidu (D1A112050)
Dewi
Susanti (D1A111094)
Wa
Ode Haida (D1A111040)
Fitriani
(D1A112041)
Suprayitno
(D1A112040)
JURUSAN
AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
2014
Assalamu Alaikum
Wr. Wb.
Puji
Syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan
pembuatan Laporan Praktikum
Komunikasi Pembangunan yang berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran Industri
Budi Daya Ikan Lele di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe
Selatan.
Laporan ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas yang
diberikan sebagai salah satu kewajiban sebagai seorang mahasiswa, yang
merupakan salah satu syarat untuk
mengikuti ujian. Saya sebagai penyusun, menyadari bahwa laporan ini masih
banyak kesalahan dan kekurangan, olehnya itu saya sangat mengharapkan kritik
ataupun saran dari dosen yang bersangkutan dan teman-teman, untuk kesempurnaan dalam pembuatan laporan selanjutnya.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb,.
|
|
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
I.
PENDAHULUAN...........................................................................................
A. Latar Belakang............................................................................................
1
B. Rumusan Masalah........................................................................................
2
C. Tujuan..........................................................................................................
2
D. Manfaat.......................................................................................................
2
II. METODE PENULISAN .............................................................................
A. Metode Penulisan........................................................................................ 3
B. Teknik Pengumpulan Data........................................................................... 3
D. Pelaksanaan................................................................................................. 3
III. PERMASALAHAN..................................................................................... 4
IV.
PEMBAHASAN...........................................................................................
A. Gambaran Umum Wilayah.......................................................................... 5
B. Profil Usaha................................................................................................. 5
C. Pemasaran.................................................................................................... 6
[
V.
APLIKASI MODEL STRATEGI KOMUNIKASI................................... 8
VI.
KESIMPULAN............................................................................................ 9
LAMPIRAN
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Indonesia merupakan negara yang luas dan kaya akan
keanekaragaman hayati, misalnya ikan lele (Clarias Batrachus). Budidaya
ikan lele sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama dengan semakin
maraknya Usaha
Warung Pecel Lele di berbagai daerah salah satunya di saerah Kota
Kendari. Ikan lele sudah sejak lama menjadi salah satu komoditas perikanan yang
sangat populer di kalangan masyarakat. Sebelum tahun 1990-an, menurut
masyarakat Kota Kendari, ikan lele merupakan binatang yang mengelikan dengan
bentuk seperti sular dan hidup di tempat yang kotor. Tetapi saat ini pamor ikan
lele menjadi naik.
Pertumbuhan dan perkembangan selera masyarakat akan ikan
lele berdampak pada semakin banyaknya pengusaha ikan lele yang ada di Sulawesi
tenggara, baik usaha pembibitan lele maupun usaha penjualan lele pedaging.
Salah Satu daerah yang sejak lama terkenal sebagai daerah penopang Kota Kendari
yaitu daerah Konda, Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah penghasil ikan
lele terbesar di Sulawesi Tenggara. Perkembangan industri pertanian di daerah
ini memang cukup pesat, bukan hanya pada industri pertanian dan perikanan namun
juga industri perkebunan.
Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan Analisis kegiatan
pemasaran dan analisis model komunikasi khususnya dalam kegiatan pemasaran
hasil perikanan ikan lele pada salah satu industri perikanan lele di Desa
Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam
laporan ini yaitu:
1. Bagaimanakah
perkembangan usaha perikanan lele di darah Konda Kabupaten Konawe Selatan?
2. Bagaimanakah
kegiatan pemasaran hasil perikanan lele di salah satu industri budi daya lele
di Daerah Konda?
C.
Tujuan
Tujuan
dari laporan ini yaitu:
1. Untuk
mengetahui perkembangan usaha perikanan lele di darah Konda Kabupaten Konawe
Selatan.
2. Untuk
mengetahui kegiatan pemasaran hasil perikanan lele di salah satu industri budi
daya lele di Daerah Konda.
D.
Manfaat
Manfaat dari laporan
ini yaitu:
1. Memberikan
ilmu pengetahuan kepada mahasiswa tentang budi daya lele serta perkembangan
industri lele di daerah Konda Kabupaten Konawe Selatan.
2. Memberikan
masukan alternative teknik komunikasi pemasaran ikan lele kepada salah satu
petani ikan lele di daerah Konda.
II.
METODE
A.
Lokasi
dan Waktu
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari 9 Desember 2019 bertempat di salah satu tempat
industri budi daya ikan di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe
Selatan.
B.
Teknik
Pengumpulan Data
Adapun
teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah:
a. Observasi.
Observasi dilakukan
dengan mengamati langsung objek dilapangan dan melakukan pengambilan gambar
berupa foto yang dianggap akan mendukung kegiatan penelitian ini. Objek amatan
pada lokasi studi antara lain; kondisi fisik rumah masyarakat, arah hadap rumah
terhadap sungai serta perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
b. Kuesioner.
Kuesioner dilakukan
dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan tertulis kepada responden yaitu
Kepala Keluarga yang tinggal di lokasi studi, untuk dijawab pula secara
tertulis oleh responden.
c. Study
pustaka
Study pustaka merupakan
teknik pengumpulan data melalui beberapa sumber buku dan hasil observasi
terkait penelitian. Data sekunder yang kami peroleh yaitu data Demografi
penduduk Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda.
C.
Pelaksanaan
Praktikum
dilakukan di pada industri budi daya ikan lele Pak Mukti Di Desa Cialam Jaya,
Kecamatan Konda.
III.
PERMASALAHAN
Permasalahan
uatama yang ada di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda yaitu permasalahan
ketersediaan air baik sebagai kebutuhan keluarga maupun untuk kebutuhan
usahatani. Permasalahan tersebut semakin parah dengan tidak aktifnya kelompok
tani yang ada di desa tersebut. Industri budi daya ikan Pak Mukti juag turut
merasakan hal tersebut, namun karena menggunakan sistem irigasi dan drainase
yang teratur kini Industri budi daya ikannya tidak lagi menghadapi kendala
kekurangan air. Masalah saat ini yang dihadapi
Industri ikan lele yaitu ketidak pastian permintaan pasar. Banyak para
petani ikan air tawar tidak meningkatkan produksinya karena ketakutan akan
kurangnya permintaan pasar. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan teknik
pemasaran yang baik untuk mangatasi masalah tersebut.
IV.
PEMBAHASAN
A.
Gambaran
Umum Wilayah
Desa
Cialam Jaya memiliki luas daerah 214 Ha dengan jumlah kepala 1.696 orang dan 470
kepala keluarga. Desa Cialam jaya memiliki potensi dalam bidang pertanian,
peternakan. Sebagian besar penduduk di
Desa Cialam Jaya memiliki provesi sebagai petani. Wilayah Desa Cialam Jaya
bagian uatara berbatasan dengan Desa Pombula Jaya, bagian barat berbatasan
dengan Desa Masagena, bagian selatan berbatasan dengan Desa Lawoila dan bagian timur
berbatasan dengan Desa Tanea.
B.
Profil
Usaha
Usaha
budi daya ikan lele bertempat di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten
Konawe Selatan. Usaha budi daya lele didirikan sejak tahun 1986. Pemilik
industri lele yaitu Bapak Mukti. Usaha budi daya ikan air tawar pak mukti tidak
hanya terbatas pada budi daya lele namun Pak Mukti juaga menjual jenis benih
dan ikan pedagaing lainnya seperti gurame, koi, ikan mas, ikan bawal, dan ikan
nila. Pendapatan rata-rata usaha ikan air tawar Pak Mukti mencapai hingga Rp
13.000.000 per bulan. Kerugian terbesar yang dialami pak mukti yaitu pada saat
banjir tahun 2013 yang mencapai kerugian Rp 30.000.000,-. Moto dari Pak Mukti
yaitu keberhasilan adalah ujian dan kegagalan adalah ujian, manusia hanya mampu
berusaha untuk selalu memanfaat rejeki yang diberikan kepada Allah SWT. Berikut
identitas pemilik industri budi daya ikan air tawar.
Nama
|
:
|
Mukti
|
Usia
|
:
|
41 Tahun
|
Pendidikan Terakhir
|
:
|
Sekolah Menengah Atas (SMA)
|
Pengalaman Usahatani
|
:
|
Pengalaman didapat sejak kecil secara
turun-temurun dari orangtua
|
C.
Pemasaran
Kegiatan
pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kegiatan usahatani.
Semua kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh industri budi daya ikan di Desa
Cialam Jaya tidak menggunakan periklanan hal ini dilakukan karena ketidak
pastian permintaan pasar selain itu kegiatan periklanan hanya akan menambah
biaya usahatani, mereka hanya menggunakan sistem jaringan dalam kegiatan
periklanan usahataninya. Pak Mukti yang merupakan salah satu petani ikan lele
menggunakan sistem pemasaran pesan antar, hal inilah yang merupakan salah satu
faktor yang membuat cukup banyaknya
pembeli ikan milik Pak Mukti.
Telah
banyak instansi yang berkerjasama dengan Pak Mukti salah satunya yaitu Dinas
Perikanan Kota Kendari, Dinas Pertanian Kabupaten Muna, Hotel Zahra dan petani
ikan lainnya. Benih ikan diperoleh dari Balai Benih Besai Suka Bumi. Benih ini
diperoleh dari Balai Benih Besai Suka Bumi karena benih yang peroleh memiliki
kualiatas yang baik serta tidak rentan terhadap penyakit. Petani budi daya ikan
lele di Desa Cialam Jaya tidak ingin mengganti sumber benih mereka karena
mereka takut akan kualitas benih lainnya. Mereka pernah membeli benih dari
pihak lain namun sangat rentan terhadap penyakit. Pakan ikan didapt dari toko
pakan di Desa Cialam karena ikatan sosial. Petani ikan lele di Desa Cialam Jaya
tidak pernah membeli pakan ke tempat atau toko lain karena selain kepercayaan
yang diberikan kepada pemasok pakan para petani juga memiliki ikatan
kekeluargaan dan tingginya budaya gotong ronyong. Harga ikan yang ditawarkan
para petani ikan lele di Desa Cialam Jaya cukup beragam tergantung pada jenis
ikan dan ukurannya. Petani ikan di Desa Cialam Jaya tidak hanya menjual benih
ikan namun juga menjual ikan pedaging. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan
pendapatan dari petani.
Berdasarkan
hasil wawancara yang telah kami lakukan salah satu cara yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan pendapatan usahatani dari segi pemasaran yaitu dengan
melakukan design model periklanan usaha namun pemasarannya dengan sistem pesan
antar namun pengiriman akan dilakukan beberpa bulan kemudian untuk menunggu
kesiapan petani dan pertumbuhan ikan. Diamana apabila petani langsung
mempersiapkan ikan pedaging dan benih ikan mereka takut akan ketidak pastian
pasar atau terjadi over produksi. Dengan sistem pemasaran tersebut maka petani
tidak akan mengalami kondisi over produksi namun terjadi penambahan permintaan.
V.
APLIKASI
MODEL STRATEGI KOMUNIKASI
Strategi
komunikasi yang kami lakukan menggunakan design komunikasi Proses-P. Strategi
Komunikasi Proses-P merupakan salah satu design komunkasi yang dapat membantu
komunikan dalam melakukan komunikasi terhadap sasarannya. Berikut gambar design
komiunikasi Proses-P:

(Gambar
1. Design Komunikasi Proses P)
1.
Analisis Audiens/Komunikasi - Kegiatan ini kami lakukan
dengan menganalisis peserta, perilaku dan jaringan komunikasi yaitu petani
industri budi daya ikan lele di Desa Cialam Jaya. Analisis ini meliputi
analisis masalah usaha, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.
2.
Desain
Strategis – Setelah menganalisis
audiens yaitu petani budi daya ikan lele kami mencoba untuk membuat design atau
cara komunikasi akan akan kami lakukan termasuk tujuan komunikasi, pilihan
jaringan, implementasi dan M & E rencana.
3.
Pengembangan
& Pengujian - termasuk pengembangan pesan dan pre-tes
4.
Implementasi
& Pemantauan - termasuk pembangunan kapasitas.
5.
Evaluasi
& Perencanaan ulang.
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil praktikum yang kami lakukan permesalah utama para petani Desa Cialam Jaya
yaitu ketersediaan air dan strategi pemasaran yang kurang efektif. Hal ini
diperparah dengan tidak aktifnya kelompoktani untuk mengatasi masalah pertanian
di Desa Cialam Jaya termasuk industri budi daya ikan lele. Perlu adanya bantuan
dari pemerintah dan instansi terkait untuk memberikan penyuluhan mengenai
strategi pemasaran dan pengelolaan air di Desa Cialam Jaya.
VII.
LAMPIRAN

(Gambar
2. Foto Petani Ikan Lele)

(Gambar
3. Foto Tempat Budi Daya Ikan Lele)

(Gambar
4. Foto Kelompok dan Petani Budi Daya Ikan Lele)